Enter your keyword

Information in you world, simple and elegant.

Senin, 21 Agustus 2017

Perhatikan Aroma Tubuh Sebelum Pergi Shalat Berjamaah

By On 12.35
Hukumnya wajib meninggalkan shalat berjamaah untuk sementara waktu bagi seseorang yang pada tubuhnya ada aroma tidak sedap, mencakup semua bau menyengat dan tidak sedap pada mulut, hidung atau ketiak. Setelah bau tersebut hilang maka dia wajib untuk kembali shalat berjamaah di masjid.   



Sadarilah Bau Badanmu Sebelum Pergi Shalat Berjamaah
Sangat penting memperhatikan aroma tubuh ketika akan menghadiri shalat berjamaah. Bisa jadi seseorang tidak sadar bahwa tubuhnya mengeluarkan aroma yang tidak sedap, akan tetapi orang di sekitarnya merasakan aroma tersebut, misalnya bau keringat, bau pakaian atau bau ketiaknya. Bisa juga aroma tidak sedap itu berasal dari bau mulutnya, terutama jika ia adalah seorang perokok. Tentu hal ini sangat menganggu orang yang shalat berjamaah karena posisi shaf saat shalat sangat berdekatan bahkan sampai menempel.

Jika bau tubuh yang tidak sedap itu tercium tentu akan menganggu jamaah yang lain. Bisa jadi ada orang yang sensitif dengan bau-bau tertentu, ia bisa merasa mual bahkan pusing karena tidak nyaman dengan bau yang tidak sedap. Hal ini akan menganggu konsentrasi dan kekhusyukan para jamaah saat melaksanakan shalat, padahal khusyuk dan tumakninah (tenang) dalam shalat termasuk rukun shalat. Jika tidak ada keduanya maka shalatnya tidak sah.

Larangan Shalat Berjamaah Karena Bau Badan yang Tidak Sedap
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang yang pada dirinya ada aroma tidak sedap untuk menghadiri shalat berjamaah, hal ini termasuk uzur tidak shalat berjamaah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 Barangsiapa yang memakan biji-bijian ini, yakni bawang putih (suatu kali beliau mengatakan, “Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan kurrats -sejenis daun bawang-), maka janganlah ia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan hal (bau) yang membuat manusia terganggu.”[1]

Perhatikahm Bau Mulut Anda Wahai Para Perokok
Mohon diperhatikan khususnya bagi para perokok, dalam hadis di atas dijelaskan bahwa orang yang mulutnya bau karena memakan bawang putih saja tidak boleh menghadiri shalat berjamaah, maka bagaimana lagi dengan orang yang mulutnya bau rokok? Semoga kaum muslimin bisa meninggalkan benda yang sangat merugikan ini.

Boleh Meninggalkan Shalat Berjamaah Untuk Sementara Waktu
Hukumnya wajib meninggalkan shalat berjamaah untuk sementara waktu bagi seseorang yang pada tubuhnya ada aroma tidak sedap, mencakup semua bau menyengat dan tidak sedap pada mulut, hidung atau ketiak. Setelah bau tersebut hilang maka dia wajib untuk kembali shalat berjamaah di masjid.

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa bau bawang itu hanya contoh saja. Bau yang dimaksud adalah semua bau yang menyengat dan tidak sedap. Beliau berkata

 Para ulama ahli fikih menyamakan hal ini kepada sesuatu yang semakna dengannya (bawang) seperti sayuran (polongan) dan lobak yang menyengat.”[2]

Al-Maziriy juga menjelaskan bahwa hal ini mencakup bau keringat, bau-bau karena pekerjaan dan sebagainya. Beliau berkata,

 Para ulama ahli fikih menyamakannya dengan bau para pekerja pabrik seperti tukang giling daging dan tukang ikan.”[3]

Bau Tidak Sedap yang Timbul Dari Penyakit
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin menjelaskan bahwa termasuk juga apabila bau menyengat tersebut muncul akibat penyakit (misalnya terkena penyakit mulut yang sangat bau atau penyakit badan yang anggota tubuhnya ada yang membusuk), maka tidak boleh menghadiri shalat berjamaah sampai penyakitnya sembuh. Beliau berkata,

 Para ulama berkata, jika penyakit tersebut dari Allah dan bukan karena perbuatan manusia, apabila berpotensi menggangu orang yang salat maka sebaiknya ia keluar dari masjid (tidak ikut salat berjamaah), seperti bau pada uap mulut (bau mulut), bau hidung atau apa yang keluar dari ketiaknya berupa bau yang menyengat. Maka jika pada mulut anda terdapat bau yang dapat menganggu maka jangalah anda mendekati masjid (jangan ikut salat berjamaah).”[4]

Secara umum, jika memang ada penyakit yang bisa menghalangi salat berjamaah, maka ia mendapat uzur untuk tidak menghadiri salat jamaah.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya mengenai hal ini, beliau menjawab,

Ya, ini adalah uzur menurut syariat. Jika pada mulutnya terdapat bau yang sangat menyengat dan tidak mudah baginya untuk menghilangkannya maka ini merupakan uzur, sebagaimana bawang putih dan kurrats (sejenis daun bawang) adalah uzur. Akan tetapi jika didapatkan obat dan cara untuk menghilangkannya maka wajib ia lakukan agar tidak tertinggal shalat Jumat dan salah berjamaah. Akan tetapi kapan saja ia tidak mampu dan tidak mudah baginya maka ia mendapatkan uzur yang lebih daripada mereka yang makan bawang putih. Bau mulut tidak diragukan lagi akan menganggu orang di sekitarnya jika baunya jelas.”[6]

Mari kita perhatikan aroma tubuh kita ketika akan menghadiri shalat berjamaah. Bagi laki-laki disunahkan memakai parfum dan wewangian yang sewajarnya.


Sumber: muslim

Kamis, 17 Agustus 2017

Tirta Gangga Destinasi Wisata di Bali Keindahan Indonesia

By On 04.01
Destinasi Wisata di Bali. Objek wisata Tirta Gangga terletak di Desa Abang, Kecamatan Abang, Karangasem. Tempat ini adalahwilayah sangat Timur pulau Dewata. Hanya 6 km sebelah Utara kota Amlapura. Waktu tempuh dari Denpasar ke lokasi ini selama 1,5 jam perjalanan dengan mobil. Tirta Gangga didirikan pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem terkahir yang dipakai sebgai lokasi istirahat family raja. Sampai kini tempat yang mempunyai nilai historis ini terjaga dengan baik, empang ikan serta tugu air mancur terlihat berpadu serasi dengan alam sawah disekitarnya.


Objek wisata di Bali ini menyuguhkan pemandangan taman air berikut lokasi pemandian menakjubkan beserta dua buah empang renang guna dewasa dan anak-anak bersumber dari mata air alam pegunungan, debit airnya besar dan lumayan stabil sepanjang tahun, difungsikan pun untuk sarana irigasi persawahan disekitarnya, keadaan tempat ini lumayan sejuk. Memiliki nilai historis kental peninggalan jaman kerajaan Karangasem. Destinasi Wisata di Bali.

Sebagai lokasi tujuan wisata, sekian banyak  fasilitas sarana disediakan area ini, tempat parkir mobil lumayan luas, terdapat restaurant, warung makanan, minuman, toko oleh-oleh, dan juga sejumlah penginapan menyuguhkan pemandangan sawah menarik. Jika kamu sewa mobil di Bali dari kota Denpasar mengarah ke Tirta Gangga, dengan memungut rute jalan bypass Ida Bagus Mantra, sesampai dipertigaan Abang, sebelum kota Amlapura carilah jurusan Singaraja (menuju arah Utara).

Destinasi Wisata di Bali Tirta Gangga
Arsitekturnya adalahpaduan antara Eropa, Cina dan arsitektur tradisional Bali. Dikelilingi oleh panorama paling indah, sehingga menciptakan Tirta Gangga menjadi destinasi tour urgen Destinasi Wisata di Bali guna dikunjungi di jalur Timur. Melakukan perjalanan bareng keluarga serta anak-anak ke distrik Timur disertai berangjangsana ke Taman Tirtagangga ini ialah pilihan yang tepat.Tempat wisata ini menyerahkan peluan keceriaan anak-anak kamu sangat menikmati sejuknya dan segernya berendam disumber air pegunungan ini.

Bayangkan keadaan pedesaan dalam balutan hamparan persawahan dengan keadaan udara berhawa sejuk, dilengkapi, taman serta empang renang dari sumber mata air alam kaki pegunungan, bening serta sejuk sampai-sampai terasa kesegarannya. Sungguh sebuah liburan menyenangkan. Tidak melulu wisata tour, singgah sebentar kemudian pergi, namun jika kamu ingin merasakan keindahan dalam balutan keadaan segar menyenangkan, terdapat sejumlah home stay dengan harga sewa murah, lengkapi liburan bareng keluarga, pasangan, orang-orang tersayang maupun teman di distrik objek wisata unsur timur pulau Dewata. Destinasi Wisata di Bali.

Destinasi Wisata di Bali Taman Air Tirta Gangga
Sumber mata air yang tertampung pada empang permandian di taman wisata Tirtagangga ini lumayan untuk membasahi persawahan disekitarnya. Sebelah Utara Tirta Gangga terdapat bukit kecil dimanfaatkan untuk lokasi penginapan, ini sungguh menarik, bagaimana tidak, dari lembah ini dapat melihat dengan leluasa hamparan persawahan menghampar luas dari Utara Ke Selatan terpampang unik di depan mata, lagipula saat matahari keluar dari bali bukit Lempuyang ataupun disebut pun puncak Gunung Bisbis, dimana tempat Pura Luhur Lempuyang.

Tirta Gangga di antara Destinasi Wisata di Bali mempunyai cuaca sedang, termasuk sejuk, sampai-sampai selalu menyerahkan suasana segar dan nyaman. Sungguh taman pemandian estetis dan menarik, pantas mendapatkan prioritas untuk trafik tour kamu ke distrik bagian Timur.

Destinasi Wisata di Bali Tirta Gangga
Destinasi Wisata di Bali. Dalam komplek Taman Tirta Gangga terdapat lokasi suci, mata air, bangunan pelindung mata air, menara air, ragam ragam format kolam besar dan kecil, pancoran, pemeliharaan ikan hias, ragam tanaman dan bunga. Taman Tirta Gangga adalahwisata alam sebagai warisan dari almarhum raja Karangasem yang terakhir Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem (dahulu mempunyai nama I Gusti bagus Djelantik). Pembangunan Taman Tirta Gangga yang dahulu namanya Rajasa dibuka pada tahun 1948, pada tahun 1963 terjadi letusan Gunung Agung seluruh prasarana yang terdapat [porak poranda sebab gempa vulkanik dan aliran lava sehingga merasakan rusah berat. Pada tahun 1981 taman ini dipugar dan di bina kembali atas inisiatif dari Dr. Anak Agung zmade Djelantik sera kerjasama dengan PAM dan pemerintah kabupaten Karangasem. Struktur jasmani Taman Tirta Gangga mencerminkan 2 Mandala yakni bagian luar dan dalam. Pada struktur dalam dijumpai tiga strata dataran yakni dataran sangat bawah, dataran menengan dan dataran sangat atas. Dataran sangat bawah seluas 90 are terletak di unsur selatan dan memuat 2 kolam, empang paling unsur selatan merupakan empang ikan. Di dataran madia atau tengan memuat empang renang A di sebelah barat dan sebuah empang hias di sebelah timur.

Masih tidak sedikit tempat wisata di Bali lainnya laksana Wisata Indah Pantai Virgin, Tirta Gangga Destinasi Wisata di Bali, Menggali Historis Panorama Bali Bukit Jambul, Wisata Pantai Kuta Bali yang Menawan, Berburu Cendramata di Pasar Sukawati di Bali


For You ^_^

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”.(HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)